ANALISIS VEGETASI HABITAT Rafflesia patma BLUME DI CAGAR ALAM PANANJUNG PANGANDARAN, JAWA BARAT

Andia, Dedi, Dewi, Firdayati, Fitriana, Intan, dan Isnaini.

 
Abstrak

Rafflesia patma  Blume merupakan tumbuhan yang tergolong langka. Tumbuhan ini bersifat holoparasit terhadap inangnya yaitu Tetrastigma sp. Distribusi penyebaran Rafflesia patma  Blume ini berada di Jawa Barat, misalnya di daerah Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vegetasi yang hidup di sekitar habitat Rafflesia patma  Blume dan pola asosiasi dari tumbuhan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25  Mei 2012 di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Jawa Barat. Metode yang di gunakan yaitu metode deskriptif dengan tekhnik pengambilan data secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari dua lokasi pengambilan sampel dapat diambil kesimpulan bahwa tumbuhan yang memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi belum tentu berasosiasi positif dengan Rafflesia patma  Blume. Hanya Pterospermum javanica yang memiliki nilai asosiasi yang signifikan terhadap Rafflesia patma  Blume.
           
Kata kunci : Cagar Alam Pangandaran, analisis vegetasi, Rafflesia patma
                      Blume


I.       PENDAHULUAN

            Spesies  Rafflesia patma  Blume yang terdapat di Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat merupakan  anggota dari famili Rafflesiaceae.  Rafflesia patma  Blume  termasuk tumbuhan holoparasit yang tidak mempunyai klorofil, tetapi ia mempunyai  akar hisap  atau  haustorium  yang berfungsi sebagai alat untuk mengambil sari-sari makanan dari tumbuhan  inangnya.  Rafflesia patma  Blume merupakan salah satu spesies tumbuhan yang dilindungi  karena statusnya sudah langka. 
Dengan ditemukannya jenis-jenis tumbuhan penting, termasuk Raflesia patma Blume di kawasan Pangandaran pada tahun 1961, membuat status kawasan Pangandaran diubah menjadi Cagar Alam, dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.34KMP/tahun 1961. Akhirnya pada 1978, karena adanya potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata alam, sebagian wilayah cagar alam yang berbatasan dengan areal permukiman statusnya diubah menjadi taman wisata alam. Berdasarkan kekhasan Rafflesia patma Blume sebagai spesies  langka dan dilindungi perlu dilakukan penelitian mengenai vegetasi habitat Rafflesia patma  Blume beserta pola asosiasinya.
Masalah pada penelitian ini adalah vegetasi apa saja yang hidup di sekitar habitat Rafflesia patma Blume yang berada di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, dan apakah vegetasi tersebut berasosiasi dengan Rafflesia patma Blume
II.    METODOLOGI

2.1   Tujuan penelitian
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui vegetasi herba yang hidup di sekitar habitat Rafflesia patma Blume, serta untuk mengetahui asosiasi yang terjadi antara vegetasi yang berada di sekitar habitat Rafflesia patma Blume dengan individu Rafflesia patma Blume.

2.2   Lokasi  dan Waktu  Penelitian
Pengambilan data lapangan dilaksanakan di kawasan Cagar Alam Pangandaran Jawa Barat pada hari Jumat tanggal 25 Mei 2012.

2.3 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah 3 set tali kasur sepanjang 8 meter (tiap 2 meter disimpul), pH meter, altimeter, Weather meter,  meteran jahit 3 buah, kalkulator, kamera, tali rafia, label gantung, koran, pasak, trash bag dan buku identifikasi.

2.4 Prosedur/Cara Kerja
Cara kerja pada penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
1.    Menentukan lokasi pengambilan data vegetasi yang terdapat individu Rafflesia patma Blume (purposive sampling).
2.    Membuat kuadrat seluas 1 x 1 m dengan Rafflesia patma Blume sebagai titik tengah pembuatan kuadrat. Dari titik ini dibuat empat kuadrat tambahan sesuai arah mata angin berjarak dua meter dari kuadrat pusat. Masing-masing kuadrat berukuran sama.
3.    Mencatat data herba pada kertas kerja yang tersedia, meliputi nama jenis, jumlah jenis spesies dan penutupannya dalam kuadrat.
4.    Pengolahan data dengan menghitung Nilai Penting dan Keanekaragamannya
5.    Mengambil data fisik dan kimia berupa kelembaban tanah, pH tanah, ketinggian lokasi, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin.





Comments (0)